Mengenal Strategi Hedging Profitable Paling Efektif Dalam Trading Forex

Mengenal strategi hedging profitable paling efektif dalam trading forex anti loss.Banyak trader yang menggunakan teknik hedging dalam trading mereka lakukan,tetapi kesulitan mendapatkan profit atau keuntungan,bahkan malahan hanya mengalami banyak kerugian.Padahal teknik hedging dipercaya sebagai salah satu strategi trading yang efektif untuk menekan atau mengurangi tingkat risiko,bahkan bisa untuk meraih profit.

Pengertian teknik atau strategi hedging adalah salah satu cara trading membuka dan menahan dua posisi berlawananan arah.Strategi hedging yang merupakan cara trading membuka dan menahan dua posisi trading yang berlawanan arah,memang cukup menarik untuk di praktikan dalam trading.Tetapi,untuk berhasil menggunakan strategi hedging menjadi efektif dan profitable menghasilkan keuntungan,tidaklah mudah bagi kebanyakan trader pemula.

Sebagai buktinya,banyak trader yang terjebak dalam kondisi trading yang mengalami kerugian dalam menggunakan strategi hedging.Penyebab kerugian bagi banyak trader yang menerapkan strategi hedging dalam trading,karena mereka tidak tahu kapan saat yang palng tepat untuk menutup atau melepas salah satu posisi hedging yang rugi.

Baca juga: Cara trading forex modal kecil 100 ribu profit jutaan per bulan

Para trader yang menerapkan strategi hedging juga tidak menyadari kalau mereka sudah terjebak dalam kerugian yang semakin besar,karena membuka dua posisi trading sekaligus,yang berarti dua posisi trading itu terkena spread dua kali untuk biaya trading.Biaya trading yang di kenakan berupa spread itu,tentu tidak bisa di anggap remeh begitu saja,apalagi jika terjadi gejolak pergerakan harga dengan volatilitas tinggi,di mana harga naik turun tidak stabil tanpa arah tren yang jelas.

Lantas,bagaimana strategi hedging yang terbaik dan paling efektif untuk menghasilkan profit memuaskan dan anti loss dalam trading forex?

Apabila anda ingin mengenal lebih dekat bagaimana strategi hedging yang profitable atau menguntungkan dalam trading forex,pelajari selengkapnya seperti di paparkan dibawah ini.

Strategi Hedging Profitable Paling Efektif Dalam Trading Forex

Inilah salah satu kelebihan dan keuntungan bisnis forex,di mana kita dapat menerapkan strategi hedging untuk menahan semakin besarnya kerugian ketika kita melakukan trading forex atau valas.

Melakukan teknik hedging memang sangat mudah caranya,dimana kita cukup membuka dan membiarkan dua posisi trading yang berlawanan arah.Akan tetapi,dengan hal ini tentu sangat merugikan kita,karena dua posisi yang berlawanan arah tersebut di kenai spread untuk biaya trading.Di tambah lagi,apabila kita tidak mengetahui strategi untuk merubah dua posisi tersebut menghasilkan profit.

Kini,anda tak perlu terlalu risau dan takut dengan risiko mengalami loss ketika melakukan trading menggunakan teknik hedging.Karena anda akan segera mengetahui bagaimana membuat trading anda dapat menghasilkan profit dengan menggunakan strategi hedging yang terbukti efektif.

Agar teknik hedging yang anda terapkan benar-benar dapat menghasilkan profit,anda harus dan perlu melakukan dua hal berikut:

1.Manfaatkan selalu indikator moving average untuk mengetahui arah trend di pasar forex
2.Manfaatkan selalu indikator MACD untuk mengetahui batas level harga tertinggi atau terendah berdasarkan kekuatan trend di pasar forex.

Contoh cara praktik penerapan strategi hedging untuk menghasilkan profit dalam trading forex

Katakanlah disini bahwa seorang trader yang bernama Jono sedang melakukan trading valuta asing pada currency pair EUR/USD dan broker forexnya menetapkan spread 1 pip = 10 dollar 1 Lot untuk biaya trading pada pasangan mata uang tersebut.

Kemudian si Jono memprediksi bahwa arah trend di pasar forex menunjukan Bullish alias naik,berdasarkan sinyal yang di tunjukan oleh indikator moving average.Jono pun melihat candelistik bullish sudah melewati garis tengah daripada indikator bollinger bands.

Selanjutnya,si Jono pun membuka posisi bullish sejumlah 1 lot,dan di kenakan spread 1 pip atau sejumlah 10 dollar untuk biaya trading.Akan tetapi,pada kali ini,ternyata sinyal dari moving average tidak seakurat yang Jono kira.Karena pergerakan harga ternyata bebalik ke arah atau menjadi berlawanan arah dengan psisisi bullish yang di buka oleh Jono tersebut.

Dalam hal ini,harga mata uang yang tadinya naik,malah menjadi turun dengan cepat hingga sejauh 10 pip dari harga pembukaan posisi bullish,yang berarti tradingnya si Jono telah rugi sebanyak 10 pip di tambah lagi 1 pip untuk biaya spread = 11 pip ($.110) di broker forex 5 digit.

Apa yang terjadi pada si Jono saat melihat angka kerugian dari posisi trading bullish tersebut?

Ternyata si Jono mulai panik dan risau bercampur rasa takut dan khawatir dengan semakin bertambahnya nilai kerugian apabila posisi bullish tersebut di biarkan terus terbuka.

Namun,meskipun Jono melihat posisi tradingnya yang telah rugi tersebut,Jono tetap menaruh harapan bahwa trend bullish akan tetap berlanjut dan akan merubah kerugian tersebut menjadi profit alias untung.

Karena Jono masih berharap bahwa posisi bullish tersebut akan berlanjut naik kembali ke atas,maka untuk menahan terjadinya loss atau kerugian yang lebih besar,si Jono pun dengan terpaksa menerapkan teknik hedging dengan membuka posisi trading yang ke dua dengan mengikuti arah pergerakan harga saat ini,yakni posisi bearish alias turun.

Dan tepat pada saat nilai kerugiannya telah mencapai 11 pip,untuk posisi bullish yang sedang terbuka.Dan ketika posisi bearish di buka sebanyak 1 lot,tradingnya si Jono kali ini pun kembali kenakan spread senilai 1 pip atau setara dengan 10 dollar per 1 lot.Dan kali ini,nilai kerugian tradingnya si Jono bertambah menjadi sebanyak 12 pip ($ 120).

Karena dua posisi trading yang berlawanan arah terbuka,maka untuk sementara tingkat risiko mengalami kerugian yang lebih besar secara otomatis tertahan,dan dari dua posisi trading yang berlawanan arah tersebut,tradingnya si Jono pun belum menghasilkan keuntungan sedikit pun,meskipun harga terus bergerak sejauh 100 pip menuju ke atas atau pun ke bawah.

Pada kasus trading dengan menggunakan teknik hedging sebagaimana yang di gambarkan dalam contoh di atas,ternyata banyak trader khususnya para pemula yang menjadi kesulitan dalam memilih salah satu posisi yang akan di tutup,dan mana posisi yang akan terus di biarkan terbuka.

Nah,sebagai solusi atau jalar keluarnya adalah dengan menunggu harga menyentuh batas jenuh di level tertinggi atau terendah.

Adapun cara untuk mengetahui bahwa harga telah mencapai batas jenuh di level tertinggi atau terendah adalah dengan mengamati indikator MACD.

Strategi Hedging untuk menghasilkan prfit dalam trading forex memanfaatkan indikator MACD

Apabila anda adalah seorang trader pemula menggunakan teknik hedging,dan bingung memilih posisi trading yang akan di tutup,dan membiarkan posisi lain terus terbuka untuk menghasilkan profit,maka dengan indikator MACD anda dapat dengan mudah menentukan salah satu posisi yang harus anda tutup.

Jadi,bisa di katakan bahwa anda melakukan strategi hedging anti loss dengan bantuan indikator MACD.Baik itu ketika melakukan teknik hedging jangka panjang,atau pun jangka pendek.

Caranya adalah dengan memperhatikan munculnya sinyal dari indikator MACD yang menunjukan pembalikan tren atau arah pergerakan harga setelah pasar mengalami kejenuhan di level tertinggi atau terendah.

Bagaimana kita mengetahu bahwa harga atau pasar telah mengalami kejenuhan pada level teringgi atau terendah berdasarkan indikator MACD?

Indikator MACD akan memperlihat kondisi sebagai berikut (perhatikan gambar):

Gambar di atas menunjukan garis/batang histogram indikator MACD yang di tunjuk dengan panah telah memendek setelah dua garis memanjang yang merupakan batas terendah pergerakan harga di pasar forex.Dan garis/batang histogram yang ditunjuk dengan panah tersebut merupakan sinyal yang menandakan bahwa tren Bearish sudah melemah (Pembeli di pasar forex mulai jenuh),dan trend bullish akan segera terjadi (Kekuatan penjual di pasar forex mulaih mendominasi).

Pada saat bersamaan dengan tanda pembentukan terjadinya trend bullish atau Uptrend,anda segera pula menutup atau melepas posisi bearish ketika menerapkan strategi hedging.Setelah itu,anda membiarkan posisi Bullish agar tetap dalam keadaan terbuka,hingga nantinya mencapai area Uptrend-Bullish,dan menghasilkan profit yang besar.

Gambar di atas menunujkan garis atau batang histogram indikator MACD yang di tunjuk dengan panah telah memendek setelah satu garis yang memanjang yang merupakan level puncak harga tertinggi,dan merupakan batas tertinggi kekuatan penjual di pasar forex).Sedangkan garis indikator MACD yang di tunjuk dengan tanda panah adalah merupakan sinyal yang menandakan bahwa Para penjual sudah mulai jenuh,dan kekuatan para pembeli sudah mulai mendominasi.Dan trend Bearish akan segera terjadi.

Pada saat bersamaan dengan terjadinya pembentukan trend bearis,atau Downtrend,saat itu pula anda harus segera menutup atau melepas posisi Bullish ketika menerapakan strategi hedging,dan membiarkan posisi bearish agar tetap terbuka hingga mencapai area Downtrend-bearish,untuk menghasilkan profit besar.

Lantas bagaimana dengan fungsi indikator moving average untuk membantu sepernanya teknik hedging agar dapat menghasilkan profit?

Indikator Moving average menunjukan kondisi sebagai berikut (Perhatikan gambar):

Gambar di atas memperlihatkan kondisi persilangan antara ke dua garis indikator moving average priode kecil (Yang di beri warna kuning),dengan garis moving average priode besar (Yang di beri warna biru).Dengan kata lain,garis moving average priode kecil melintas memotong garis moving average priode besar.

Baca juga: Cara mengatur setingan indikator moving average yang paling akurat

Pada gambar di atas yang ditunjuk dengan tanda panah adalah area terjadinya persilangan garis moving average,yang merupakan area terbaik untuk melepas salah satu posisi hedging -yaitu posisi bullish atau bearish).Dan anda membiarkan posisi hedging yang satunya tetap terbuka sampai menghasilkan profit besar

Jadi,bisa di bilang,strategi hedging yang anda terapkan menjadi efektik dan profitable tanpa loss setiap hari,jika anda trading pada priode waktu M5 atau M15.

Itulah serangkaian informasi untuk para trader yang ingin mengenal teknik atau strategi hedging profitable dan paling jitu dalam trading forex.Semoga tulisan ini,bermanfaat dan dapat membantu para trader yang tidak ingin rugi dalam trading setiap hari atau setiap bulan.

Baca juga:

  • Berita Seputar Forex Terbaru: Analisa Teknikal Rahasia Skenario Pergerakan Harga Dalam Trading Forex

Belajar cara trading forex yang benar aman dan tanpa risiko untuk pemula
11 Jurus anti rugi dalam trading forex untuk pemula
Rahasia cara menggandakan uang Anda dengan cepat di bisnis forex
Strategi scalping dengan empat transaksi dalam trading forex menguntungkan

0 Response to "Mengenal Strategi Hedging Profitable Paling Efektif Dalam Trading Forex"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel