Infrastruktur Jaringan Komputer

Network infrastructure atau infrastruktur jaringan merupakan sebuah kumpulan sistem komputer yang saling berhubungan, dihubungkan oleh berbagai macam bagian dari sebuah arsitektur telekomunikasi. Secara khusus, infrastruktur ini mengacu pada organisasi dan berbagai bagian konfigurasi dari jaringan komputer individu sampai pada router, kabel, wireless access point, switch, backbone, network protocol, dan network access methodologies.



Gambar 1.2 Ilustrasi infrasrtuktur jaringan

Sumber: http://icom.co.ke/network-integration-wired-and-wireless-networks/

Infrastuktur dapat berupa infrastruktur terbuka (open) atau infrastruktur tertutup (close). Contoh  infrastuktur terbuka adalah internet, adapun contoh dari infrastruktur tertutup adalah private intranet. Infrastruktur tersebut dapat beroperasi melalui koneksi jaringan kabel atau jaringan wireless, atau kombinasi antara keduanya. Bentuk paling sederhana dari infrastruktur jaringan biasanya terdiri dari satu atau lebih komputer, sebuah jaringan atau koneksi Internet, sebuah hub yang menghubungkan
komputer yang satu dengan lainnya sampai dengan sistem jaringan yang terhubung dengan sistem jaringan lainnya. Keamanan jaringan atau network security merupakan perhatian utama ketika membangun sebuah infrastruktur jaringan. Kebanyakan arsitektur menggunakan router dengan firewall terintegrasi (built-in firewall), juga software yang memungkinkan kemudahan akses kontrol, data packet monitoring dan penggunaan protokol yang diatur secara ketat. Keamanan jaringan juga dapat dikontrol dengan cara menyesuaikan network sharing properties pada masing-masing komputer, yang membatasi folder dan file untuk dapat terlihat oleh pengguna tertentu pada jaringan.



Gambar 1.3 Pemetaaan kabel fiber optik bawah laut seluruh dunia
Sumber: Wikipedia

Konfigurasi ini menggunakan perangkat dalam mode AP untuk menghubungkan
klien yang terdapat dalam jaringannya. Perangkat dalam mode AP berfungsi sebagai hub
seperti pada jaringan wired, tetapi bedanya perangkat dalam mode AP memancarkan
SSID supaya komputer atau perangkat lain dalam jaringan dapat menghubungkan
diri.

Cara Melakukan Konfigurasi

Pada penggunaannya, Access Point harus dikonfigurasikan terlebih dahulu.
Terdapat dua cara untuk mengonfigurasikan Access Point (AP). Pertama, konfigurasi
menggunakan W-LAN (Wireless LAN) card yang dipasang pada slot PCI, USB wireless
ataupun mengunakan card PCMCIA. Kedua, konfigurasi menggunakan kabel UTP yang
dihubungkan antara NIC di PC dengan salah satu port RJ-45 yang terdapat di AP. Berikut
cara yang dapat dilakukan.

a. Pasangkan adaptor AP ke listrik rumah. Setelah access point menyala, hubungkan
kabel UTP ke NIC yang ada di PC Anda, kemudian pasangkan ujung satunya lagu
ke port nomor 1 di access point.
b. Setelah semuanya selesai, buka kontrol panel dengan cara mengklik Start/Control
Panel, kemudian klik Network Connections.
c. Setelah dialog Network Connection tampil, klik kanan ikon ethernet LAN lalu pilih
Properties.
d. Pada kotak This connection uses the following items, klik internet Protocol(TCP/
IP) kemudian klik tombol Properties.
e. Pilih opsi Use the following IP address, lalu pada IP address masukkan IP dan subnet
mask-nya. Untuk kelasnya, sesuaikan dengan kelas IP perangkat WLAN Anda. Akhiri
dengan mengklik tombol OK.
f. Setelah selesai, buka web browser Anda lalu pada address bar ketikkan
‘http://192.168.1.1’ kemudian tekan Enter.
g. Maka akan muncul jendela user name dan password, pada user name ketik ‘admin’
kemudian pada bagian password biarkan saja kosong, tekan Enter. Oleh karena AP
W-LAN merek Linksys yang kita gunakan, maka kita tidak perlu merasa bingung
dengan segala perbedaan tampilan yang ada. Pada umumnya konfigurasi AP tidak
terlalu berbeda jauh.
Setelah Anda menekan tombol Enter, maka akan tampil jendel konfigurasi Access
Point Linksys. Klik tab Wireless, di jendela inilah Anda akan memasukkan nama jaringan
wireless yang akan Anda gunakan, atau yang sering disebut dengan SSID (Service Set
Identifier). Pada Wireless Channel, klik tombol dropdown lalu pilih channel yang ingin
Anda gunakan.


Pemahaman tentang channel sangat penting diketahui, karena channel merupakan
sebuah bagian pada pita atau band frekuensi. Penentuan sebuah channel yang tepat
sangat penting dilakukan supaya setiap frekuensi tidak saling bertumpuk (overlap)
dengan jaringan WLAN di sekitar kita. Pada frekuensi 2.4GHz ini, ada channel yang
dapat Anda gunakan. Berikut cara menentukan channel yang tepat.
a. Untuk Wireless SSID Broadcast, pilih opsi Enable. Setelah semuanya selesai, simpan
konfigurasi Anda dengan cara mengklik tombol Save.
b. Tunggu beberapa saat jika proses menyimpan tadi telah selesai, maka akan tampil
sebuah gambar. Klik tombol Continue untuk melanjutkan.

Keuntungan Konfigurasi Mode Infrastruktur

Keuntungan pada konfigurasi mode infrastruktur antara lain sebagai berikut.
a. Untuk sistem AP dengan melayani banyak PC tentu lebih mudah melakukan
manajemen jaringannya dan komputer klien dapat mengetahui bahwa di suatu
tempat ada sebuah perangkat atau komputer yang memancarkan sinyal AP dari
sebuah jaringan.
b. Bila mengunakan perangkat khusus, maka tidak diperlukan sebuah PC berjalan
setiap waktu untuk melayani klien pada jaringan. Umumnya perangkat AP dapat
dihubungkan langsung ke sebuah switch atau sebuah jaringan LAN. Sehingga
dapat menghubungkan komputer yang menggunakan Wi-Fi untuk dapat masuk
ke dalam sebuah jaringan.
c. Sistem keamanan pada AP lebih terjamin. Untuk fitur pengaman sebuah perangkat
AP memiliki beberapa fitur seperti melakukan pemblokiran IP atau MAC address,
membatasi pemakai pada port dan lain-lain.

0 Response to "Infrastruktur Jaringan Komputer"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel